Bauksit

Bauksit

Bauksit adalah bijih utama pembentuk alumunium yang terdiri dari kelompok mineral alumunium hidroksida. Bauksit memiliki susunan mineral utama oksida alumunium. Bijih bauksit terbentuk di daerah tropika dan subtropika yang memungkinkan pelapukan sangat kuat seperti di Indonesia. Bauksit terbentuk dari batuan sedimen yang terdiri dari batuan beku, batu lempung dan serpih. Bauksit sering berasosiasi dengan batuan sedimen yang memiliki kadar AI tinggi dan Fe serta kuarsa yang rendah. Batuan-batuan tersebut akan mengalami proses lateritisasi. Setelah itu, proses dehidrasi membuatnya mengeras dan menjadi bauksit.
Asbes
Bauksit merupakan bahan yang mudah patah namun tidak dapat larut dalam air dan tahan api, sehingga bauksit banyak digunakan terutama dalam pembentukan alumunium untuk bahan pembuatan badan pesawat, perabotan rumah tangga, bahan baku pembuatan besi serta baja, keramik, kemasan makanan, bahan abrasif, penutup retakan gedung dan bahan pembuatan tinta. Pada tahun 2022, Berdasarkan data USGS (United States Global Survey) Indonesia memiiliki cadangan bauksit terbesar ke-6 global dengan rincian volume 1 miliar. Kemudian, Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mencatat cadangan bauksit Indonesia sekitar 4% atau setara 1,2 miliar ton dari total cadangan global, 30,3 miliar ton.

'